Mobil Penuh Barang Saat Mudik, Risiko Tersembunyi pada Suspensi
Mudik dengan mobil memang terasa praktis dan fleksibel. Namun, kebiasaan membawa barang berlebihan sering kali menimbulkan risiko tersembunyi, terutama pada sistem suspensi kendaraan.
Salah satu risiko yang bisa dirasakan adalah mobil jadi tidak nyaman dipakai. Maka dari itu, jika Anda terbiasa membawa mobil dengan kondisi penuh saat mudik, baca artikel ini. Supaya lebih paham risiko dan cara mengatasinya.
Risiko Bawa Barang Berat saat Mudik dengan Mobil
Berikut beberapa dampak yang perlu diwaspadai agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.
-
Suspensi Bekerja di Luar Batas Ideal
Setiap mobil memiliki batas beban maksimal yang telah ditentukan pabrikan. Saat mudik dengan mobil yang dipenuhi barang, suspensi dipaksa menopang beban berlebih dalam waktu lama.
Ini membuat pegas dan shock absorber bekerja lebih keras dari desain awalnya, sehingga usia pakainya bisa jauh lebih pendek.
-
Jarak Pijakan Ban ke Sasis Menyempit
Ketika mobil kelebihan muatan, jarak antara ban dan bodi menjadi lebih sempit. Akibatnya, saat melewati jalan berlubang atau polisi tidur, bagian bawah mobil rawan menyentuh tanah.
Kondisi Ini dapat merusak bumper, knalpot, atau bahkan tangki bahan bakar.
-
Kenyamanan Berkendara Menurun
Salah satu efek paling terasa dari muatan berlebih adalah berkurangnya kenyamanan. Mobil akan terasa lebih keras saat melewati jalan bergelombang atau rusak.
Getaran yang seharusnya diredam suspensi justru langsung terasa di kabin, membuat perjalanan panjang menjadi lebih melelahkan bagi pengemudi dan penumpang.
-
Posisi Mobil Menjadi Tidak Seimbang
Mudik dengan mobil yang penuh barang sering membuat bagian belakang kendaraan turun (sagging). Kondisi ini memengaruhi keseimbangan mobil secara keseluruhan.
Akibatnya, sudut lampu depan berubah dan dapat mengganggu visibilitas saat berkendara malam hari, sekaligus berpotensi menyilaukan pengendara lain.
-
Risiko Pecah Ban Meningkat
Beban berlebih saat mudik dengan mobil tak hanya membebani suspensi, tetapi juga ban. Tekanan tambahan membuat dinding ban bekerja ekstra keras. Sehingga berpotensi menyebabkan panas berlebih.
Inilah yang memperbesar risiko pecah ban, terutama di jalan tol yang panjang dan panas.
-
Stabilitas dan Pengendalian Berkurang
Suspensi yang terbebani berlebih berdampak langsung pada handling mobil. Respons saat menikung, berpindah jalur, atau melakukan pengereman mendadak menjadi kurang presisi.
Dalam kondisi darurat, mobil membutuhkan jarak pengereman lebih panjang, sehingga risiko kecelakaan pun meningkat.
-
Komponen Kaki-kaki Lebih Cepat Rusak
Beban berlebih tidak hanya berdampak pada shock absorber dan per, tetapi juga komponen kaki-kaki lainnya seperti bushing, ball joint, dan bearing roda.
Jika dibiarkan, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi masalah besar yang mengganggu keselamatan.
-
Konsumsi BBM Lebih Boros
Mobil dengan beban berlebih membutuhkan tenaga mesin lebih besar untuk bergerak. Suspensi yang menurun performanya juga menambah hambatan, sehingga konsumsi BBM pun meningkat. Mudik yang seharusnya hemat bisa jadi lebih mahal dari perkiraan.
Tips Menghindari Kerusakan Suspensi Saat Mudik
Untuk menghindari risiko tersebut, Anda sebaiknya melakukan beberapa rekomendasi berikut ini:
-
Perhatikan kapasitas angkut mobil. Cek di buku manual untuk mengetahui batas berat maksimal (GVWR).
-
Gunakan roof box jika bagasi penuh. Ini membantu membagi beban agar tidak semua tertumpuk di belakang.
-
Periksa tekanan ban. Sesuaikan dengan beban tambahan agar tetap aman dan efisien.
-
Rutin servis suspensi sebelum bepergian. Pastikan shock absorber dan per dalam kondisi prima.
Mudik dengan kendaraan pribadi memang menyenangkan, tapi jangan abaikan faktor keselamatan. Menjaga beban tetap sesuai kapasitas akan membuat perjalanan lebih aman dan nyaman.
Selain itu, jangan lupa untuk melakukan servis mobil terlebih dahulu di bengkel Suzuki. Hal ini untuk menghindarkan Anda dari pengeluaran tak terduga akibat kerusakan suspensi saat mudik dengan mobil.